Program MBG Awal 2026: Sudah Jangkau 58,3 Juta Penerima Manfaat
Jakarta — Pemerintah Republik Indonesia melaporkan capaian signifikan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sejak diluncurkan secara nasional pada 6 Januari 2025. Hingga pertengahan Januari 2026, program yang digagas untuk meningkatkan akses gizi bagi anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan lansia telah menjangkau sekitar 58 juta penerima manfaat di seluruh nusantara.
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan data tersebut saat meresmikan operasional 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Menurutnya, jumlah penerima manfaat MBG terus bertambah seiring perluasan satuan pelayanan pemenuhan gizi di berbagai daerah. “Program ini telah memberikan lebih dari 3 miliar porsi makanan bergizi kepada masyarakat sejak awal pelaksanaan,” ujar Presiden.
Cakupan manfaat MBG mencakup:
- Anak-anak sekolah mendapatkan makanan setiap hari sekolah
- Ibu hamil dan menyusui menerima layanan gizi setiap hari
- Lansia dan kelompok rentan lainnya juga menjadi sasaran layanan MBG secara bertahap
Pemerintah terus memperluas jangkauan program ini dengan target ambisius mencapai 82 juta penerima manfaat pada akhir tahun 2026. Target ini merupakan bagian dari upaya percepatan penanganan masalah gizi, termasuk menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Menurut laporan terbaru dari Kemenko Bidang Pangan, sepanjang Januari 2026 sudah lebih dari 20.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) beroperasi di 38 provinsi**, sehingga makin banyak anak dan keluarga di berbagai wilayah merasakan manfaat MBG.
Pemerintah menilai capaian ini sebagai langkah awal penting dalam menjamin pemenuhan gizi masyarakat di seluruh Indonesia, sejalan dengan prioritas pembangunan nasional di bidang kesehatan dan pendidikan.

